in

Review Kulari Ke Pantai: Memanusiakan Anak-anak Generasi Milenial

Movimagz – Sudah 10 tahun lamanya sejak Laskar Pelangi digarap, akhirnya Riri Riza dan Mira Lesmana terlibat bersama kembali dalam pembuatan film anak-anak.

Sebenarnya, sebelum Mira mencanangkan ide untuk penggarapan film ini, dia beserta timnya di Miles Pictures sedang berada di tahap pengerjaan untuk film Aku! Chairil! Namun, saat Mira Lesmana menyadari bahwa saat ini film-film Indonesia sedang dilirik kembali oleh masyarakat dalam negeri, dia dan Riri Riza pun mengambil kesempatan untuk mengobarkan kembali semangat film anak-anak yang terhitung sangat sedikit jumlahnya di Indonesia.

Kulari Ke Pantai mengisahkan tentang seorang anak bernama Sam (Maisha Kanna) dan ibunya, Uci (Marsha Timothy), yang berencana untuk menyusuri jalan darat dari Jakarta ke Banyuwangi agar Sam bisa menemui peselancar yang diidolakannya.

Sebelum keduanya memulai perjalanan, Sam bertemu dengan sepupunya, Happy (Li’li Latisha), yang kepribadiannya nyaris bertolak belakang dengan Sam.

Sam adalah anak yang sangat senang menghabiskan waktu di luar ruangan di samping hobinya berselancar, sedangkan Happy adalah representasi dari anak kecil kekinian yang nyaris tidak bisa lepas dari eksistensi di dunia maya.

Disebabkan oleh kepribadian mereka yang sulit untuk dileburkan, Sam dan Happy sering terlibat percekcokan. Kewalahan dengan pertengkaran mereka berdua, ibu Happy, Kirana (Karina Suwandi), pun menyuruh Happy untuk ikut bergabung dalam petualangan Sam dan ibunya. Di perjalanan itulah kisah sesungguhnya dari film ini benar-benar dimulai.

( Foto : Id.bookmyshow.com )

Ditinjau dari alur dan latar yang menyusun cerita dalam film ini, Kulari Ke Pantai bisa dikategorikan sebagai road trip movie, yaitu film yang menuturkan kisahnya lewat perjalanan yang akan mengubah karakter setiap tokoh yang terlibat dalam perjalanan itu sendiri.

Dalam film ini, Sam dan Happy mendapatkan banyak pelajaran hidup yang masih ada kaitannya dengan bagaimana manusia yang berbeda-beda dapat hidup berdampingan dalam kelompok masyarakat.

Sama seperti film-film anak yang digarap oleh Riri Riza sebelumnya, film ini pun menyisipkan sedikit konflik orang dewasa yang tergambarkan lewat situasi keluarga Uci.

Sayangnya, konflik yang sebenarnya bisa melebarkan ruang penceritaan bagi semua kalangan dalam Kulari Ke Pantai tidak terbangun dan tertuntaskan dengan apik sehingga seolah menjadi permasalahan yang lewat begitu saja.

Berhubung film ini difokuskan untuk anak-anak, mungkin kekurangan itu tidak menjadi masalah yang berarti karena penonton memang diarahkan untuk tenggelam dalam “perjalanan” yang dilalui oleh Sam dan Happy.

( Foto : Sinemareview.blogspot.com )

Maisha Kanna dan Li’li Natasha sama-sama bertemu dengan Mira Lesmana di ajang pementasan teater musikal Petualangan Sherina.

Mereka berdua pun terlibat dalam proyek itu sebagai pemain sehingga tidak aneh rasanya jika mereka mampu membawakan akting yang natural untuk pemain seusia mereka.

Ditambah lagi, kepribadian dan kebiasaan mereka berdua di dunia nyata pun memiliki kemiripan dengan tokoh yang mereka bawakan dalam film sehingga Riri Riza tampaknya bisa menghemat tenaga untuk mengarahkan mereka berdua.

Sebagai film yang memiliki tujuan untuk mendidik anak-anak, penonton justru akan lebih banyak belajar lewat tokoh Happy ketimbang Sam yang menjadi tokoh utamanya.

Karakter Sam tidak terlalu banyak berkembang lewat perjalanan yang mereka lakukan, berbeda halnya dengan Happy yang sangat tidak terbiasa dengan kegiatan-kegiatan di luar ruangan sehingga dia terpaksa harus berhadapan dengan segala situasi yang tidak mengenakkan bagi dirinya.

Namun, lewat situasi tidak enak lah manusia bisa mengambil pelajaran dan mengubah dirinya. Oleh karena itu, karakter yang dibawakan oleh Li’li bisa saja “mencuri” sorotan penonton yang tertuju pada Sam.

( Foto : Id.bookmyshow.com )

Film ini seolah mengajarkan bahwa mau bagaimanapun juga, manusia hidup berdampingan dengan manusia lainnya dan itu adalah fakta yang tidak bisa dipungkiri bahkan sejak kita kecil.

Lewat perjalanan yang mereka lakukan, Sam dan Happy belajar bahwa setiap manusia memiliki jalan yang berbeda-beda dalam hidup, dan setiap jalan itu dapat berkelindan menjadi suatu harmoni indah  selama kita mau terbuka terhadap satu sama lain.

Dibalut dengan tone yang hangat dan akrab dengan nuansa anak-anak, film ini cocok untuk dijadikan tontontan bersama keluarga tercinta.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Review Hereditary: Menghayati Seramnya Takdir yang Sudah Digariskan

Jika Ada Musim Kedua, Gong Yoo Bersedia Untuk Berperan Lagi dalam Serial Goblin