in

Review Koki-koki Cilik: Mendidik Tanpa Menggurui

Movimagz – Mengikuti tayangnya Kulari Ke Pantai sejak akhir bulan kemarin, hadir pula film anak-anak produksi tanah air yang tentu tidak kalah menariknya untuk dijadikan sebagai tontonan keluarga di ajang liburan, yaitu Koki-koki Cilik. Film yang disutrdarai oleh Ifa Ifansyah ini sudah bisa dinikmati di bioskop-bioskop dalam negeri sejak tanggal 5 Juli kemarin.

Koki-koki Cilik menuturkan kisahnya lewat sudut pandang Bima (Farras Fatik), seorang anak laki-laki dari keluarga kurang mampu yang gemar memasak. Bima sangat ingin mengikuti sebuah ajang kemah memasak khusus anak-anak untuk menjajal kemampuannya, namun ibunya tidak memiliki cukup uang untuk membayar biaya pendaftarannya.

Berhubung Bima dikenal sebagai anak yang baik, tetangga-tetangganya pun membantu Bima agar anak itu bisa mengikuti kompetisi yang dia impikan.

Di kompetisi tersebut, ternyata perjalanan Bima tidak akan berjalan mudah. Di sana, dia harus bersaing dengan anak-anak lainnya yang sama-sama suka memasak. Bima sempat dipojokkan karena ketidakmampuannya dalam membuat masakan-masakan modern yang biasa dijumpai di hotel-hotel.

Akan tetapi, berkat kesabaran dan tekadnya yang kuat, Bima tidak menghentikan kemauannya untuk belajar. Di sela-sela usahanya menjadi koki andal, Bima dipertemukan dengan seorang mantan koki terkenal yang memilih hidup terasing, Rama (Morgan Oey).

( Foto : Kincir.com )

Pada umumnya, film anak dianggap sebagai sebuah produk yang harus sarat dengan nilai-nilai pendidikan di dalamnya, dan yang menjadi nilai lebih dari Koki-koki Cilik adalah cara penyampaian nilai pendidikannya yang tidak terlalu terkesan menggurui.

Ajaran-ajaran yang positif memang penting kedudukannya dalam film anak, tapi jika cara penyampaiannya terlalu eksplisit dan malah menjadi dikte, nilai pengalaman estetis dari film itu akan berkurang dengan sendirinya. Dengan kata lain, Ifa Ifansyah telah berhasil membuat penonton nyaman dengan jalan cerita lewat skenario-skenario cerdas yang tidak pretensius.

Dari segi tokoh, Farras Fatik memiliki kemungkinan yang sangat besar untuk menarik simpati dari para penontonnya lewat peran Bima.

Walaupun latar tokoh Bima terkesan klise jika ditinjau secara sekilas, tapi Koki-koki Cilik telah menemani penonton untuk mengikuti perkembangan karakter yang cukup signifikan. Ditambah lagi, sebelum mengikuti ajang kemah memasak, Bima bagaikan hidup di dunia yang terlampau kecil dibanding cita-citanya yang besar.

Makanya, setelah dia memperoleh kesempatan emas untuk melebarkan sayap, tentunya kita akan menemui perkembangan-perkembangan yang terjadi pada karakter Bima.

Tokoh anak-anak lainnya pun tidak kalah menariknya. Bahkan, bisa dikatakan bahwa yang lebih kuat dari film ini adalah segi tokohnya, bukan ceritanya.

Mereka semua terlibat dalam film ini sebagai pembawa suasana yang hangat sehingga film ini tidak sekadar menghibur penonton dengan jalan ceritanya saja, melainkan juga bisa membuat penonton nyaman untuk terus mengikuti alurnya.

( Foto : Kincir )

Dari segi cerita, film ini bisa dibilang telah memberikan warna baru di dunia perfilman Indonesia karena Koki-koki Cilik adalah film anak-anak pertama di Indonesia yang mengangkat tema memasak.

Walaupun kisahnya sederhana, bukan berarti kalian tidak akan terhibur dengan suasana hangat ala anak-anak yang tercerminkan dengan ceria lewat film ini.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gara-gara Piala Dunia, Drama Wok of Love Harus Menghilangkan Satu Episode

Sukses Sebagai Ilusionis, Kini The Sacred Riana Menerima Tawaran Main Film