in

Review Hereditary: Menghayati Seramnya Takdir yang Sudah Digariskan

Movimagz – Hereditary adalah salah satu film horor yang paling banyak dibincangkan di tahun ini. Film ini sendiri sebenarnya sudah tayang perdana di Festival Film Sundance 2018.

Berkat kesuksesannya dalam menyajikan horor yang menyimpang dari stereotip cerita horor pada umumnya, film ini pun acap kali diusung-usung sebagai film horor terbaik di tahun ini.

Film ini bahkan mendapatkan rating sebesar 7.6 di situs IMDb. Angka yang terbilang fantastis untuk ukuran film horor yang jarang sekali menembus skor di atas 7.5.

Kisah dalam film Hereditary diawali dengan kematian nenek dari keluarga Graham. Annie (Toni Colette), ibu di keluarga Graham sekaligus anak kandung dari sang nenek yang sudah meninggal, memiliki hubungan yang tidak harmonis dengan ibunya. Bersama suaminya, Steve (Gabriel Bryne), Annie dikaruniai dua orang anak, Peter (Alex Wolff) dan Charlie (Milly Shapiro).

Selain sang ayah, setiap anggota keluarga Graham bisa dikatakan memiliki keeksentrikan masing-masing.

Keanehan mereka ternyata masih memiliki kaitan dengan ikatan keluarga mereka yang diwarisi dari sang mendiang nenek, dan sejak kematian dirinya, kejadian-kejadian menyeramkan pun mulai menghantui hidup keluarga Graham yang berusaha untuk melepaskan dari jeratan takdir yang mengancam nyawa.

( Foto : Forbes.com )

Kalau kamu adalah penggemar film horor yang suka dengan adegan-adegan jumpscare yang bikin penonton kaget, alangkah baiknya jika kamu berpikir ulang saat hendak menonton film ini. Soalnya, film ini nyaris tidak mengandalkan penampakan-penampakan hantu yang mengejutkan dalam membangun nuansa horornya.

Ari Aster yang menjalani debutnya sebagai sutradara film panjang di penggarapan Hereditary ini patut memperoleh acungan jempol. Pasalnya, meskipun dia sendiri sebenarnya tidak pernah membuat film pendek bertema horor, dia mampu menyuntikkan formula-formula horor anti-mainstream tanpa harus merusak suasana pemicu adrenalin yang dimuat oleh adegan-adegan dalam filmnya.

( Foto : Rollingstone.com )

Film ini tidak mengolah horornya dalam bentuk penampakan-penampakan makhluk yang menyeramkan. Hereditary lebih cenderung menguatkan suasana horor lewat alur ceritanya yang bisa ditinjau dari sudut pandang persoalan eksistensi manusia itu sendiri.

Setiap anggota keluarga Graham adalah manusia yang memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan dalam hidupnya. Namun, pelbagai teror yang menimpa mereka membuat kita sangsi atas kebebasan yang manusia miliki. Apakah kita benar-benar bebas? Atau kebebasan itu sebenarnya hanyalah ilusi?

Dibantu dengan sinematografi yang berhasil mengantarkan penonton pada nuansa kelam, kisah dalam Hereditiry bisa membuat penontonnya penasaran dan ketakutan dengan nasib apa yang akan menimpa setiap anggota keluarga Graham.

Oleh karena itu, walaupun Ari Aster lebih mengutamakan horor yang disajikan lewat atmosfir dalam setiap adegan filmnya, Hereditary toh tidak membuat penonton segera ingin beranjak dari kursi. Bahkan, cerita yang mencampuradukkan pelbagai emosi dari awal hingga akhirnya dalam film ini bisa membuat penonton tetap bersimpati kepada setiap tokoh bahkan saat filmnya sudah selesai.

( Foto : Popculture-y.com )

Di antara semua tokoh, Annie yang diperankan oleh Toni Colette memiliki performa yang paling bagus di sepanjang film. Bayangkan saja, Toni sampai harus bisa membuat suasana hatinya berubah-ubah dalam satu adegan saja dalam film ini, dan tentunya hal itu tidak sulit untuk dilakukan bahkan oleh aktor yang sudah profesional sekalipun.

Kisah dalam film ini sarat dengan persoalan penyakit mental, dan mungkin Annie adalah tokoh yang paling representatif dalam persoalan tersebut. Karakternya yang kompleks kerap membuat penonton penasaran dengan apa yang akan dilakukannya, dan dia dapat menakar emosi yang mewakili kepribadiannya dengan pas tanpa harus melebih-lebihkan.

( Foto : Medium.com )

Lewat film ini, penonton dapat dirangsang oleh pengalaman-pengalaman baru dalam menikmati film horor. Jika kamu sudah menonton Pengabdi Setan, mungkin kamu akan sadar bahwa Hereditary memiliki plot yang mirip-mirip dengan film garapan Joko Anwar tersebut.

Bedanya, kalau Pengabdi Setan masih sarat dengan penampakan-penampakan makhluk halus, Hereditary menghadirkan suasana menyeramkan melalui nasib tokoh-tokoh dengan kepribadian mereka yang terbilang rapuh.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sinopsis Si Doel The Movie: Antara Sarah dan Zaenab

Review Kulari Ke Pantai: Memanusiakan Anak-anak Generasi Milenial