in

Review Ant-Man and the Wasp: Pelipur Lara Pasca-Infinity War

Movimagz – Setelah rumah produksi Marvel Entertainment membuat geger para penggemarnya dengan Avengers: Infinity War yang dirilis pada bulan April silam, kali ini giliran Ant-Man and the Wasp yang siap menghibur para penggemar film fiksi superhero yang masih menjamur di perfilman dunia dewasa ini.

Meskipun film ini baru dirilis setelah Infinity War, tapi kisah dalam film ini mengambil latar waktu dua tahun setelah kejadian dalam Captain America: Civil War.

Setelah peristiwa tidak mengenakkan bersama para Avengers yang saling berseteru karena perbedaan cara pandang, Scott Lang (Paul Rudd) harus menjadi tahanan rumah selama dua tahun.

Di tengah-tengah masa penahanannya, dia juga sedang berusaha untuk menyeimbangkan antara hidup sebagai superhero dan sebagai seorang ayah untuk putrinya, Cassie (Abby Ryder Fortson).

Suatu waktu, takdir ternyata mempertemukan Scott dengan Hank Pym (Michael Douglas) dan Hope Van Dyne (Evangeline Lily) lagi, dan saat itu, ayah dan anak yang melatih dan mengawasi Scott sebagai Ant-Man di film pertamanya itu tengah mengerjakan proyek yang berkaitan dengan pembuatan portal dunia kuantum.

Pada tahun 1987, Janet Van Dyne (Michelle Pfeiffer) terjebak di dimensi kuantum saat sedang menjalani misi bersama Hank, dan berhubung Hank sudah melihat bagaiamana Scott bisa keluar dari dimensi kuantum pada film pertamanya, dia pun berencana untuk mencari istrinya yang sudah lama hilang itu.

( Foto : Bustle.com )

Mungkin Peyton Reed sebagai sutradara menyadari bahwa saat ini, perhatian para penggemar fiksi superhero—khususnya superhero keluaran Marvel—masih tertancap pada sekuel Avengers: Infinity War yang akan rilis tahun depan.

Oleh karena itu, dia beserta seluruh tim penulis skenario lebih memilih untuk membuat cerita yang lebih ringan dan lebih fokus terhadap sekuens-sekuens aksi yang dilengkapi dengan efek visual canggih. Penonton tidak benar-benar dikasih waktu untuk beristirahat sejenak dari pelbagai gempuran dialog, aksi, dan efek visual yang terus-terusan menuntut perhatian.

( Foto : Gamespot.com )

Dari antara semua superhero yang sudah tampil dalam Marvel Cinematic Universe, dapat dikatakan bahwa Ant-Man adalah karakter yang paling simpel.

Jika dibandingkan dengan kekuatan tantara super, milyuner berbaju besi, dewa petir, dan karakter-karakter lainnya, kekuatan Scott Lang hanya membesarkecilkan tubuhnya saja. Ditinjau dari skala konflik, apa yang dihadapi oleh Ant-Man pun memiliki skala yang kecil jika dibandingkan dengan konflik-konflik yang dihadapi oleh para tokoh superhero pada umumnya.

Scott Lang dan Ant-Man tidak menghadapi alien-alien berbahaya yang menginvasi bumi atau melawan monster yang diciptakan dari kegagalan praktek di laboratorium. Konflik utama yang mewarnai kisah Ant-Man and the Wasp adalah persoalan keluarga.

Scott, Hope, dan Hank sama-sama ingin menjadi yang terbaik bagi keluarga mereka. Mereka semua memiliki motivasi masing-masing dalam misi, dan perbedaan motivasi itu pun nantinya menjadi bumbu pencipta konflik di antara mereka.

( Foto : Eonline.com )

Jika melihat film pertamanya, tentunya kita dapat dengan mudahnya menilai bahwa tokoh utama dalam Ant-Man adalah Scott Lang.

Namun, kedudukan tokoh dalam Ant-Man and the Wasp telah mengalami pergeseran karena di film ini, Hope Van Dyne mendapatkan porsi peran yang lebih banyak ketimbang Scott.

Untungnya, berkat pesona Paul Rudd yang meyakinkan, dia tetap bisa menuntaskan perannya sebagai Ant-Man tanpa menghilangkan esensi tokoh itu sendiri di mata penonton.

Kalau kamu beranggapan bahwa Infinity War adalah film Marvel yang paling menyedihkan, setidaknya Ant-Man and the Wasp bisa menjadi tontonan yang mencerahkan kembali atmosfir MCU yang sedang kelam karena ulah Thanos.

Lewat penokohan dan cerita yang tidak neko-neko, Ant-Man and the Wasp akan menghibur kamu dengan tontonan Marvel yang lebih “membumi”.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Solo: A Star Wars Story Dianggap Gagal, The Last Jedi Akan Di-remake?

Setelah Dilan 1990, Giliran Novel Karya Tere Liye yang Diadaptasi Menjadi Film