Movimagz – Film-film Indonesia sebenarnya memiliki kesempatan untuk mengadu kualitasnya di kancah internasional. Tahun ini saja, film nasional yang diproduksi secara independen seperti Istirahatlah Kata-kata dan Ziarah pun dapat diakui di dunia perfilman skala global dengan beberapa penghargaan yang menyertainya. Selain itu, nama perfilman Indonesia pun sempat menjadi pujian dengan dirilisnya dua film The Raid yang bahkan dikomentari oleh Samuel L. Jackson sebagai flim action yang mampu melampaui film The Expendables yang melibatkan banyak aktor terkenal di genre film action.

Selain beberapa film tersebut, sebenarnya masih banyak lagi film-film Indonesia yang sempat diputarkan difestival film bergengsi di luar negeri seperti misalnya Tjoet Nja Dhien yang pernah ditayangkan di Festival Film Cannes pada tahun 1989. Di ranah film pendek, ada film Prenjak yang bahkan dapat memenangkan penghargaan film pendek terbaik di festival yang sama.

youthproactive.com

Prestasi  semacam itu menunjukkan bahwa para sineas Indonesia pun sebenarnya dapat menunjukkan taring mereka di kancah internasional. Hanya saja, terkadang kualitas film-film Indonesia itu seringkali tertutup di negaranya sendiri karena film-film Hollywood yang berjejalan di bioskop-bioskop. Maka dari itu, sangat penting untuk menyadari kualitas perfilman Indonesia dengan mengikuti perkembangan film-film lokal di mata dunia karena di era globalisasi ini perfilman pun tidak hanya dituntut untuk bersaing di negerinya sendiri, melainkan juga harus bisa bersaing dengan film-film skala internasional yang biasanya dikeluarkan oleh Hollywood.

Salah satu bentuk prestasi perfilman Indonesia di tahun ini adalah dengan ditayangkannya film Kartini di Festival Film Internasional Eurasia 2017. Dilansir dari liputan6.com, film biografi yang digarap oleh Hanung Bramantyo ini akan bersaing dengan 11 film dari negara-negara lainnya yang tergabung dalam benua Eropa dan Asia. Hal ini menunjukkan bukti bahwa film arus utama yang bukan indie pun masih bisa bersaing di festival internasional.

thejakartapost.com

Masih dilansir dari situs yang sama, Hanung Bramantyo mengatakan, “Buat saya, sudah tidak zamannya lagi membuat dikotomi film mainstream ataupun film non-mainstream. Selama film itu dibuat dengan jujur dan mengupayakan segala pengetahuan yang kita punya, film tersebut pasti akan diapresiasi dengan baik oleh penontonnya tidak peduli dia penonton awam atau kritikus sekalipun.” Pernyataan ini dilontarkan oleh Hanung untuk mematahkan stereotip yang berpendapat bahwa film arus utama (mainstream) itu diproduksi semata-mata sebagai produk komersil tanpa mementingkan kualitas di dalamnya.

theatersatu.com

Festival Film Internasional Eurasia merupakan festival yang cukup bergengsi, khususnya di kawasan Asia Tengah. Festival yang sudah diadakan sejak tahun 1998 ini merupakan perayaan film internasional yang dikhususkan untuk mempertemukan film-film dari berbagai negara yang tergabung dalam benua Eropa dan Asia. Semoga dengan masuknya film Kartini di ajang ini, perfilman Indonesia bisa terus berkembang dan makin diakui kualitasnya di mata dunia.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hey there!

Forgot password?

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…